This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 September 2012

Nama Bayi Perempuan Islami

Nama Bayi Perempuan Islami - Memberikan nama bagi sang buah hati tercinta adalah susah susah gampang, terkadang kita harus memikirkan mudah-sulitnya nama tersebut untuk di 'ingat, terkadang juga kita harus memikirkan dari sisi religinya juga. Buat yang beragama islam, kali ini admin ingin membagikan daftar nama bayi perempuan islami yang mungkin pas.
oke , langsung saja silahkan dilihat-lihat nama bayi perempuan nya :
nama bayi
bayi perempuan

Nama Bayi

Adibah Aida

Alani Fatini

Ahlam Fakhira

Alya Adriana

Alya Jazilah

Aliyah Afifah

Aisyah Aqilah

Aisyah Afiqah

Azyan Alilah

Anis Zarifah

Aisyah Mariah

Afifah

Ajda

Ahlam

Adawiyah

Aflah

Afifah

Ajda

Ahlam

Adawiyah

Aflah

Ardini

Bisyri

Bahi Wafiah

Bilah Izah

Basyarah

Badrina

Damia Lutfiah

Dayana Batrisya

Dalili Fahimah

Dhia Syarafana

Diyanah

Dalili

Dahimah

Dahiyah

Dafinah

Dayana

Danesh

Fathiah

Fathinah Uzma

Fatin Sahira

Faiqah Faqihah

Fakhirah Shakila

Fazila

Fariha

Faiqa

Ghina Hijanah

Ghaliyati

Ghundurah

Hana Humaira

Hana Khalilah

Hani Mastura

Huda Khalidah

Hani Khalilah

Hulwah

Haibah

Hannah

Hanan

Hayati

Haziqah

Haffafa

Hakeema

Husna

Iffah Huriyyah

Irdina Ilmuna

Izzah Insyirah

Izz Zayani

Iffah

Irtiyah

Is’ad

Irbah

Imtinan

Inshiraah

Is’aaff

In’aan

Inayah

Ismah

Iffah

Jauza Kamilia

Julia Malihah

Jamilah

Juni Damia

Juni

Kautsar Kamilah

Khairul Syifa

Laila Madihah

Laila Mardhiah

Lina Nadhirah

Liya Zafirah

Laila Nahwah

Lubna

Maznah Muktazzah

Mirrah Almas

Miza Karmila

Marsya Maisarah

Muna Mukhlisah

Munawwarah

Muzfirah

Mawaddah

Musyirah

Najwa Asyilah

Naqibah

Nawal Atiyah

Nawal Najah

Nur Amalina

Nafisah Nazih

Nuriy Nazihah

Nawar Zakiyah

Nisrina Nabihah

Nabighah

Najibah

Nazili

Nafisah

Naflah

Nadhifah

Nida’

Naqiyyah

Nafilah

Puteri Balqis

Qudwati Qayyimah

Raihanah

Rohadatul Aisy

Ridwana Rifiah

Ruzana Ridwana

Raqwan Raniah

Rumman

Razanah

Razanah

Safura Nazihah

Siti Saffanah

Sima Sahirah

Sofiah Solehah

Syamimi Syamilah

Saffanah

Samihah

Salma

Samiyah

Syadiyah

Syaimah

Syaza

Syazana

Syaurah

Shahirah

Shahidah

Saafia

Shuhrah

Sabhah

Tasnim Amani

Tihani

Tijan Tahsina

Thifal

Tifal

Uzma

Ulya

Wafa Thahirah

Wani Hazirah

Watin Wardah

Widad Kamilah

Wafiy Munirah

Wafiah

Waznah

Wafa

Wafiyya

Wasima

Yasmin Syamini

Yusriah

Yusra

Zuhrah Musfirah

Zahrah Zuyyin

Zuyyin

Zukhruf

Zahirah

Arti

Berpengetahuan/keberuntungan

Ketinggian/bijaksana

Paling sempurna/termashyur

Ketinggian, nisbah

Ketinggian/bijak bercakap

Wanita yang tinggi/yang sopan

Hidup bahagia/ Cerdas, pandai

Hidup bahagia/ Cerdas, sangat berpengetahuan

Perhiasan / Yang memakai wangian

Comel/indah

Kehidupan/yang indah

Wanita yang suci/sopan

Bermanfaat

Paling sempurna

Ubat penawar

Beruntung

Wanita yang suci/sopan

Bermanfaat

Paling sempurna

Ubat penawar

Beruntung

Isteri yang disayangi

Manis muka

Indah/yang sempurna

Wangi dan mulia

Indah

Bulan kami

Kebijakan, kelembutan

Gagah perkasa/cerdik/pintar

Pemimpin/yang bijak

Cahaya/kemuliaan

Agama

Pemimpin

Kuat, tangkas

Pintar

Kekayaan tersembunyi

Yang gagah perkasa

Kebijaksanaan, terpelajar

Kemenangan

Bijaksana/terbaik

Menarik/mempesonakan/memikat hati

Paling baik/pintar

Kebanggaan/cantik

Ulung, jujur, cemerlang

Bahagia, kesenangan

Ulung, masyhur, terkenal, unggul

Kekayaan/keturunan yang mulia

Yang mahal

Bahagia, muda

Rezeki tanpa kepayahan/yang berpipi merah

Rezeki tanpa kepayahan/kesayangan

Tenang/yang terpelihara

Petunjuk yang benar/yang abadi

Yang mengucapkan selamat/kesayangan

Manis

Wibawa

Kasih sayang

Bertimbang rasa

Kehidupanku

Yang cerdik, pandai

Kegemilangan, kilauan, damai, angin lembut

Bijak, bijaksana

Lebih baik, keramahan

Suci terpelihara/bidadari

Kehormatan kami/pengetahuan kami

Kemuliaan/kegembiraan, lapang hati

Kekuatan/yang cantik

Tahu harga diri

Kesenangan

Yang membahagiakan

Fikiran tajam

Anugerah tuhan

Gembira, kesenangan, kebahagiaan, keceriaan

Pertolongan

Pemberian kenikmatan

Perlindungan

Terhindar dari dosa

Tahu harga diri

Nama bintang/pokok yang menghijau

Berambut panjang/cantik

Cantik

Kemerah-merahan / kebijakan, keberkatan

Kemerah-merahan

Nikmat yang banyak/yang sempurna

Kebaikan/penawar

Kekasih, yang terpuji

Kekasih/yang disayangi

Kelembutan/yang berseri

Yang beroleh kemenangan

Keseronokan, kekasih / berakal

Pohon damar yang menghasilkan cecair wangi

Kepujian/mulia

Akal yang cerdas/intan

Berseri-seri/manis

Subur/kesenangan

Keinginan/yang ikhlas

Tenang, bercahaya

Yang menang

Cinta kasih

Yang menasihati

Bisikan rahsia/nama yang baik

Ketua/fikiran yang tajam

Memperolehi sesuatu/pemberian

Hadiah/kejayaan

Cahaya harapan

Yang mulia/tidak membuat yang keji

Yang berseri-seri/ yang jujur

Bunga/ yang suci/ yang baik

Bunga mawar putih/ cerdik, mulia

Yang masyhur, kenamaan, yang bijak

Dermawan

Pakaian dan makanan yang berkat

Yang berharga

Bunga matahari

Bersih

Seruan

Jernih

Ibadah tambahan

Ratu kerajaan Saba’

Contoh/pemimpin

Sejambak bunga yang harum

Kemakmuran hidup

Keriangan/ketinggian kemuliaan

Ketenangan/keriangan

Kemajuan/mempesona

Buah delima

Baik tingkah laku/tetap pendirian

Yang terhormat dan disegani

Keemasan/jujur

Permata

Lambang keindahan/memikat hati

Jernih/baik

Yang berbau harum, lengkap

Mutiara

Yang murah hati/dermawan

Yang damai

Kedudukan tinggi

Beradab/berilmu

Peneliti

Keharuman

Kecergasan

Cantik

Yang masyhur

Yang berjasa

Murni, bersih, jernih

Kemasyhuran

Cantik, lawa

Air terjun dalam syurga/ketenanganku

Bahagia

Mahkota/mencantikkan

Lembut dan halus

Lembut dan halus

Lebih mulia, lebih terhormat

Lebih tinggi, paling tinggi

Kesetiaan/yang suci

Mutiara/pilihan yang terbaik

Yang sempurna/sekuntum bunga mawar

Kasih sayang/yang sempurna

Setia/yang cantik

Sempurna

Batu penimbang

Kesetiaan, ketaatan, kepercayaan

Benar, dipercayai, sempurna, lengkap

Cantik, anggun, elok

Keharuman yang tinggi/bunga melur

Mudah

Urusan yang mudah

Keindahan/yang berseri

Bunga/Dijadikan indah

Dijadikan indah

Keindahan sesuatu

Berkilau

Cukup itusaja-lah informasi mengenai nama bayi perempuan, semoga saja bermanfat ya sob !

Kamis, 23 Agustus 2012

Kisah Cerita Abu Nawas Lucu

Kumpulan Kisah Cerita Abu Nawas - Nama "abu nawas" , saya rasa setiap orang sudah tak asing lagi dengan nama ini, bukan hanya orang dewasa, melainkan anak kecil sekali pun. Jika sobat belum tahu, yuk kita belajar bareng, oke, silahkan langusng saja ya kita simak artikel cerita abu nawas lucu terbarunya.. :)
Sebelumnya, saya ceritakan dulu profil abu nawasnya ya. !
Cerita abu nawas ini lahir dari seorang tokoh yang bernama abu nawas. lelaki itu yakni keliru satu pujangga arab yang cukup populer di negaranya ataupun dunia. tokoh ini senantiasa hadir di cerita seribu satu malam yang populer dari negara arab. Nama lengkap lelaki ini yakni abu nuwas al-hasan ben hani al-hakami yang lebih dikenal dengan Abu Nawas. Tokoh pujangga arab ini lahir pada 756 serta meninggal pada 814. ia lahir dari pasangan berkebangsaan persia. selama hidupnya, abu nawas populer seperti penyair yang handal dalam beberapa genre puisi sekaligus.
itulah profil kisah abu nawas, sekarang ini lah cerita abu nawas nya :)

Hadiah Bagi Tebakan Jitu

Baginda Raja Harun Al Rasyid kelihatan murung. Semua menterinya tidak ada yang sanggup menemukan jawaban dari dua pertanyaan Baginda. Bahkan para

penasihat kerajaan pun merasa tidak mampu memberi penjelasan yang memuaskan Baginda. Padahal Baginda sendiri ingin mengetahui jawaban yang sebenarnya.

Mungkin karena amat penasaran, para penasihat Baginda menyarankan agar Abu Nawas saja yang memecahkan dua teka-teki yang membingungkan itu. Tidak begitu lama Abu Nawas dihadapkan. Baginda mengatakan bahwa akhirakhir ini ia sulit tidur karena diganggu oleh keingintahuan menyingkap dua rahasia alam.

"Tuanku yang mulia, sebenarnya rahasia alam yang manakah yang Paduka maksudkan?" tanya Abu Nawas ingin tahu.

"Aku memanggilmu untuk menemukan jawaban dari dua teka-teki yang selama ini menggoda pikiranku." kata Baginda.

"Bolehkah hamba mengetahui kedua teka-teki itu wahai Paduka junjungan hamba."

"Yang pertama, di manakah sebenarnya batas jagat raya ciptaan Tuhan kita?" tanya Baginda.

"Di dalam pikiran, wahai Paduka yang mulia." jawab Abu Nawas tanpa sedikit pun perasaan ragu, "Tuanku yang mulia," lanjut Abu Nawas ’ketidakterbatasan itu ada karena adanya keterbatasan. Dan keterbatasan itu ditanamkan oleh Tuhan di dalam otak manusia. Dari itu manusia tidak akan pernah tahu di mana batas jagat raya ini. Sesuatu yang terbatas tentu tak akan mampu mengukur sesuatu yang tidak terbatas."

Baginda mulai tersenyum karena merasa puas mendengar penjelasan Abu Nawas yang masuk akal. Kemudian Baginda melanjutkan teka-teki yang kedua.

"Wahai Abu Nawas, manakah yang lebih banyak jumlahnya : bintang-bintang di langit ataukah ikan-ikan di laut?"

"Ikan-ikan di laut." jawab Abu Nawas dengan tangkas.

"Bagaimana kau bisa langsung memutuskan begitu. Apakah engkau pernah menghitung jumlah mereka?" tanya Baginda heran.

"Paduka yang mulia, bukankah kita semua tahu bahwa ikan-ikan itu setiap hari ditangkapi dalam jumlah besar, namun begitu jumlah mereka tetap banyak seolah-olah tidak pernah berkurang karena saking banyaknya. Sementara bintang-bintang itu tidak pernah rontok, jumlah mereka juga banyak." jawab Abu Nawas meyakinkan.

Seketika itu rasa penasaran yang selama ini menghantui Baginda sirna tak berbekas. Baginda Raja Harun Al Rasyid memberi hadiah Abu Nawas dan istrinya uang yang cukup banyak.

Tidak seperti biasa, hari itu Baginda tiba-tiba ingin menyamar menjadi rakyat biasa. Beliau ingin menyaksikan kehidupan di luar istana tanpa sepengetahuan siapa pun agar lebih leluasa bergerak.

Baginda mulai keluar istana dengan pakaian yang amat sederhana layaknya seperti rakyat jelata. Di sebuah perkampungan beliau melihat beberapa orang berkumpul. Setelah Baginda mendekat, ternyata seorang ulama sedang menyampaikan kuliah tentang alam barzah. Tiba-tiba ada seorang yang datang dan bergabung di situ, la bertanya kepada ulama itu.

"Kami menyaksikan orang kafir pada suatu waktu dan mengintip kuburnya, tetapi kami tiada mendengar mereka berteriak dan tidak pula melihat penyiksaan-penyiksaan yang katanya sedang dialaminya. Maka bagaimana cara membenarkan sesuatu yang tidak sesuai dengan yang dilihat mata?" Ulama itu berpikir sejenak kemudian ia berkata,

"Untuk mengetahui yang demikian itu harus dengan panca indra yang lain. Ingatkah kamu dengan orang yang sedang tidur? Dia kadangkala bermimpi dalam tidurnya digigit ular, diganggu dan sebagainya. la juga merasa sakit dan takut ketika itu bahkan memekik dan keringat bercucuran pada keningnya. la merasakan hal semacam itu seperti ketika tidak tidur. Sedangkan engkau yang duduk di dekatnya menyaksikan keadaannya seolah-olah tidak ada apa-apa. Padahal apa yang dilihat serta dialaminya adalah dikelilirigi ular-ular. Maka jikamasalah mimpi yang remeh saja sudah tidak mampu mata lahir melihatnya, mungkinkah engkau bisa melihat apa yang terjadi di alam barzah?"

Baginda Raja terkesan dengan penjelasan ulama itu. Baginda masih ikut mendengarkan kuliah itu. Kini ulama itu melanjutkan kuliahnya tentang alam akhirat. Dikatakan bahwa di surga tersedia hal-hal yang amat disukai nafsu, termasuk benda-benda. Salah satu benda-benda itu adalah mahkota yang amat luar biasa indahnya. Tak ada yang lebih indah dari barang-barang di surga karena barang-barang itu tercipta dari cahaya. Saking ihdahnya maka satu mahkota jauh lebih bagus dari dunia dan isinya. Baginda makin terkesan. Beliau pulang kembali ke istana.

Baginda sudah tidak sabar ingin menguji kemampuan Abu Nawas. Abu Nawas dipanggil: Setelah menghadap Bagiri

"Aku menginginkan engkau sekarang juga berangkat ke surga kemudian bawakan aku sebuah mahkota surga yang katanya tercipta dari cahaya itu. Apakah engkau sanggup Abu Nawas?"

"Sanggup Paduka yang mulia." kata Abu Nawas langsung menyanggupi tugas yang mustahil dilaksanakan itu. "Tetapi Baginda harus menyanggupi pula satu sarat yang akan hamba ajukan."

"Sebutkan sarat itu." kata Baginda Raja.

"Hamba mohon Baginda menyediakan pintunya agar hamba bisa memasukinya."

"Pintu apa?" tanya Baginda belum mengerti. Pintu alam akhirat." jawab Abu Nawas.

"Apa itu?" tanya Baginda ingin tahu.

"Kiamat, wahai Padukayang mulia. Masing-masing alam mempunyai pintu. Pintu alam dunia adalah liang peranakan ibu. Pintu alam barzah adalah kematian. Dan pintu alam akhirat adalah kiamat. Surga berada di alam akhirat. Bila Baginda masih tetap menghendaki hamba mengambilkan sebuah mahkota di surga, maka dunia harus kiamat teriebih dahulu."

Mendengar penjetasan Abu Nawas Baginda Raja terdiam.

Di sela-sela kebingungan Baginda Raja Harun Al Rasyid, Abu Nawas bertanya lagi,

"Masihkah Baginda menginginkan mahkota dari surga?" Baginda Raja tidak menjawab. Beliau diam seribu bahasa, Sejenak kemudian Abu Nawas mohon diri karena Abu Nawas sudah tahu jawabnya.
itulah info tentang cerita abu nawas, semoga bermanfaat